Buat Jaringan dengan Linux

Hampir semua driver sudah disertakan pada kernel linux sehingga kita tidak perlu CD Driver. Driver baru juga selalu ditambahkan kernel linux yang dilakukan tiga bulan sekali. jadi seharusnya, driver bukan lagi masalah seperti dulu.

Instalasi driver untuk kartu jaringan dilakukan saat komputer melakukan booting. Sehingga, ketika kamu sudah masuk linux, kartu jaringan sudah bisa dipakai.

Bagaiman jika driver untuk kartu jaringan kamu tidak terdeteksi ? salah satu solusinya adalah dengan upgrade kernel linux yang kamu pakai. Mudah-mudahan, kernel fersi terbaru sudah bisa berisi driver kartu jaringan kamu.

Setting kartu jaringan

Pada umunya, hampir semua kartu jaringan sudah mampu dideteksi secara otomatis oleh linux. Sebagian besar driver untuk kartu NIC berada pada direktori /lib/modules/<versi-kernel>/kernel/drivers/net/.

Untuk mengetahui apakah kartu jaringan kamu sudha trdeteksi atau belom, coba kamu ketikan perintah “ifconfig -a” (tnapa tanda petik). Kartu jaringan akan selalu terdeteksi dengan kode ethX.X-nya adalah angka, misalnya ethO untuk kartu jaringan pertama, ethl untuk kartu NIC kedua, dan seterusnya. Kamu juga akan menjumpai “lo”. kode “lo” merupakan IP loopback, yaitu IP lokal untuk komputer itu sendiri dan nilainya selalu bernilai 127.0.0.1

Ada dua cara untuk memberikan alamat IP pada sebuah kartu jaringan.

Pertama, gunakan DHCP (Dynamic Host configuration Protocol), yaitu metode pemberian alamat IP secara otomatis oleh DHCP Server. Pada umunya, swith, hub, router, dan modem sudah mendukung protokol DHCP sehingga kamu secara otomatis sudah dapat alamat IP ketika komputer terhubung ke modem, hub, switch, atau router.

Keuntungan dari DHCP adlah tidka repot konfigurasi. Kita juga terhindar dari bentroknya alamat IP. Pada Ubuntu 10.04, kamu bisamengaturnyadi “System > Preference > Network Conection”. Pilih “ethO” dan klik tombol “Edit’ lalu masuk ke tab “IPv4 Settings”.

Metode DHCP ini banyak digunakan apabila kamu tidak mau repot mengatur alamat IP. Metode ini adalah metode yang disarankan untuk jaringan sederhana seperti jaringan di rumah.

Jaringan Wireless

Biasanya, driver untuk vendor-vendor besar seperti ini lebih mudah untuk sitemukan dibandingkan dengan vendor-vendor lain, karena mereka sudah menyetarakan drivernya pada kernel Linux, sehingga secara otomatis dapat langsung terdeteksi saat proses booting berjalan untuk melihat informasi ketersediaan driver untuk chipset wireless, kamu bisa datang ke http://linux-wireless.passys.nl

Kamu bisa mencoba perintah “iwconfig” untuk mengetahui apakah chipset kartu jaringan wireless sudah terdeteksi. jika muncul informasi “no wireless extensions”, berarti perangkat jaringan wereless kmu belum dikenal.

Setelah kartu jarinagan wireless dinyalakan, secara otomatis Ubuntu akan mencari akses le hotspot yang terdeteksi dan akan langsung menyambungkan diri dengan hotspot tersebit. kamu bisa lihat daftar jaringan Wi-Fi di taksbar Ubuntu yang ada di atas. Jika  sudah tersambung, maka kamu bisa langsung berinternet.

bagaiman jika chipset kartu jaringan wireless kamu tidak tersedia drivernya untuk Linux ? kamu bisa coba pakai aplikasi bernama ndiswrapper (http://ndiswrapper.sourceforge.net). Aplikasi itu membuat driver untuk Windows bisa dipakai di Linux.

Di Ubuntu kamu pakai perintah “sudo apt-get install ndiswrapper-utils-1.9” untuk download dan instal ndiswrapper. Setelah selesai, guanakan perintah “sudo ndiswrapper -i <file_driver>.inf”. gantikan “<file_driver>” dengan nama file driver yang berekstensi INF. Biasanya file ini dapat ditemukan pada CD driver yang disertakan pada saat beli hardware.

Setelah instalasi berhasil, kita harus periksa benarkah driver bisa terpakai sengan perintah “sudo ndiswrapper -l” jika muncul pesan “driver installed, hadware present”, maka diver tersebut cocok dan bisa digunakn. Ketikkan perintah terakhir yaitu “sudo modprobe ndiswrapper”. Jika berhasil, maka chipset jaringan wireless kamu akan terdeteksi.

Modem

Modem berupa USB flash disk dilengkapi driver untuk Windows. Akibatnya, ketika terhubung dengan kompiter untuk pertama kali, perangkat ini akan terdeteksi sebagai media penyimpanan berbasiskan flash. lalu dari situ, perangkat ini secara otomatis. Sayangnya kemudahan itu tidak dapat di Linux.

Akan tetapi berkat sebuah aplikasi bernama usb_modeswitch, kemudahan itu bisa didapati. Kita tidak peru repot0repot untuk mendownload dan mengubah USB flash disk jadi modem secara manual. Informasi lebih lanjut tentang cara penggunaan usb_modeswitch bisa dilihat di http://www.draisberghof.de/usb_modeswitch.

Apabila kamu menggunakan modem ADSl atau modem kabel, biasanya ksmu cukup mengakses halaman konfigurais web tersebut melalui sebuah alamat situs web. Periksa buku manual modem kamu untuk mengetahui almatnya. Biasanya sih alamatnya adalah http://192.168.1.1 Hal ini juga berlaku untuk hub dan switch. Kebanyakan dari perangkat semacam ini sudah memiliki antarmuka berbasis web yang mempermudah pengguna dalam mengganti konfigurasi tanpa harus tahu banyak perintah.

Refrensi

PC Plus

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: